Perbedaan Warna RGB dan CMYK



Agan-agan tentunya udah sering dengar RGB dan CMYK, dan kita mungkin tidak sadar kenapa di software-software grafis sering menyertakan RGB dan CMY. dan di printer warna menggunakan CMYK. Ini ada sedikit penjelasannya.

Quote:

RGB sering disebut sebagai warna additive. Hal ini karena warna dihasilkan oleh cahaya yang ada. Beberapa alat yang menggunakan color model RGB antara lain; mata manusia, projector, TV, kamera video, kamera digital, dan alat-alat yang menghasilkan cahaya. Proses pembentukan cahayanya adalah dengan mencampur ketiga warna tadi. Skala intensitas tiap warnanya dinyatakan dalam rentang 0 sampai 255.

Spoiler for RGB:

Ketika warna Red memiliki intensitas sebanyak 255, begitu juga dengan Green dan Blue, maka terjadilah warna putih. Sementara ketika ketiga warna tersebut mencapai intensitas 0, maka terjadilah warna hitam, sama seperti ketika kita berada di ruangan gelap tanpa cahaya, yang tampak hanya warna hitam.
Hal ini bisa dilihat ketika menonton di bioskop tua di mana proyektor yang digunakan masih menggunakan proyektor dengan 3 warna dari lubang yang terpisah, bisa terlihat ketika film menunjukkan ruangan gelap, cahaya yang keluar dari ketiga celah proyektor tersebut berkurang.

Sementara itu, CMYK sering disebut sebagai warna subtractive. Mode warna ini digunakan oleh alat-alat yang mereproduksi warna dengan cairan atau pigmen buatan manusia seperti printer untuk merepresentasikan warna yang diinginkan. Pada awalnya mode warna CMYK berasal dari color model CMY.

Spoiler for CMY:

Ilmuwan warna pada saat itu berusaha menemukan formula yang tepat untuk menemukan mode warna yang bisa menghasilkan warna seperti pada mode warna RGB.
Jika warna putih pada RGB dibuat dengan mencampur warna red, green dan blue pada skala maksimal, pada color model CMY warna putih dihasilkan ketika intensitas warna Cyan, Magenta dan Yellow berada pada titik 0%. Hal ini berdasar pada asumsi kertas yang digunakan putih. Maka dari itu anda tidak pernah bisa menghasilkan warna putih dengan printer anda ketika anda menggunakan kertas berwarna. Sementara dengan RGB apapun warna dasar yang ada bisa berubah menjadi terlihat putih, karena adanya cahaya.
Dulu ketika ilmuwan berusaha membuat warna hitam dengan color model CMY, mereka menemui jalan buntu. Walaupun secara teori dengan mencampur warna cyan, magenta dan yellow pada kadar 100% bisa didapatkan warna hitam, namun pada kenyataannya warna yang didapatkan dengan mencampur ketiga warna tersebut pada kadar maksimal hanya akan mendapatkan warna coklat tua mendekati hitam.
Dari permasalahan itulah ditambahkan warna black. Dan sejak saat itu mode warna CMY menjadi CMYK. K pada CMYK bukan merupakan singkatan dari Black, melainkan singkatan dari “Key” yang kurang lebih artinya warna tersebut adalah kunci dari masalah tersebut.


RGB lebih cerah dari pada CMY

Jadi kalau agan-agan ingin menghasilkan gambar yang bagus di layar monitor sebaiknya menggunkan RGB model, dan kalau agan-agan ingin mendapatkan hasil maksimal di kertas atau hasil cetak sesuai dengan yang agan-agan inginkan sebaiknya kita convert dulu ke CMYK model.
Cara convert di PhotoShop:
1.

2.

 

sumber : www.kaskus.us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: