Archive for the ‘mechanical’ Category

Proses Pengereman Pesawat Terbang

Ane kali ini mau kabar-kabari buat agan2 semua gimana sih pesawat pas landing dan dengan make apa saja termasuk pengeremannya.

Pertama, pesawat akan mengeluarkan yang namanya spoiler.
SALAH SATU gunanya untuk mengurangi gaya angkat sehingga pesawat akan lebih cepat turun. Tapi untuk penerbangan normal, spoiler nggak dibuka full. Hanya dibuka-tutup sesekali saja sebelum fase pendaratan. Gambar diatas adalah saat dimana spoiler digunakan untuk pengereman setelah pesawat menyentuh tanah. Penjelasan lanjut ada dibawah
flap:
Macam-macam flap

Plain flap adalah jenis flap yang paling sederhana. Biasanya terdapat pada pesawat kecil.
Split flapjuga salah satu jenis flap sederhana dan terdapat pada pesawat kecil dan sedang. Contohnya pesawat Dacota DC-3.

Fowler Flap adalah jenis yang banyak digunakan pada pesawat komersil karena kemampuannya meningkatkan gaya angkat yang tinggi.
Slotted flap adalah flap yang akan membuat sebuah slot saat digunakan. slot ini berguna untuk mendorong aliran udara turbulen menjadi streamline.

 ban:

Begitu akan mendekati landasan, maka landing gear diturunkan. Fungsinya? Ya buat alas pesawat itu mendarat laah gan

Jadinya seperti ini:

atau:
Dari gambar diatas, dengan menggunakan flap maka kecepatan pesawat akan berkurang tanpa kehilangan gaya angkatnya. landing gear yang diturunkan juga menambah drag yang memperlambat laju pesawat.
Mulailah pesawat landing.

Spoiler for landing:
Di titik ini, disaat ban pesawat menyentuh ground. Spoiler terbuka full keatas.
spoiler terbuka full:

spoiler yang terbuka keatas ini akan membantu pengereman pesawat dengan cara menghalangi aliran udara. Begitu pula dengan flap.
Bila agan perhatikan pada beberapa saat setelah ban pesawat menyentuh tanah, maka bagian tengah engine ada bagian yang terbuka.
seperti ini:

Atau di jenis pesawat lainnya ada yang membentuk payung seperti ini:
payung:
Nah bagian tersebut dinamakan THRUST REVERSER. Yakni sebuah alat yang fungsinya adalah membelokkan arah udara yang ditembakkan engine menjadi kearah depan.
macam2 thrust reverser:

CLAMSHELL. Menurut yang ane denger biasanya digunakan pada pesawat tempur.Gambar dua, reverser yang menggunakan actuator biasanya ada pada tipe pesawat MD-82 atau B737-200.Gambar ketiga ada jenis reverser yang menggunakan semacam actuator berbentuk ulir, dilihat dari ilustrasinya mirip yang digunakan kebanyakan pesawat Boeing dan Airbus.
Intinya adalah, aliran udara yang dihasilkan engine dibelokkan sedemikian rupa agar arahnya menjadi kedepan. Memang tidak murni 100% berbalik arah, tapi setidaknya resultan gaya yang dihasilkan sudah efektif untuk pengereman.
Agan tahu pesawat ulang-alik??
ini lo:
Pesawat antariksa ini sistem pengeremannya ada caranya sendiri yang cukup sederhana. Yak, agan pasti tahu kalo saat mendarat, pesawat ulang-alik mengeluarkan PARASUT

Maksudnya bukan yang ini gan
parasut:
parasut:
parasut:
Cara ini termasuk cara pengereman yang sederhana, parasut akan menahan sejumlah udara, dan memperlambat laju pesawat. Memang sederhana tapi ada satu yang perlu diperhatikan:
Pada saat parasut membentang sempurna, maka akan ada shock yang sangat kuat (bisa dibayangin kan?). Karena itulah pesawat komersil ga ada yang make parasut sebagai alat pengereman karena bisa membahayakan struktur dari konstruksinya. Kecuali ada pada beberapa pesawat capung, itu pun untuk pendaratan darurat.
Gan, ane mau share video yang ane shooting sendiri waktu pesawat Citilink mau landing di Soekarno-Hatta. Keliatan spoiler yang terbuka dan flap yang kembali ke posisi normal pada saat sudah landing.
video pribadi agan ffox:
Kalo bisa ditambah, pendaratan pesawat tempur ada yg menggunakan vertikal landing. Biasanya duntuk di kapal induk yg kekurangan space pendaratan. Disebut VTOL

happy landing:




Maskapai2 Indonesia:
Sriwijaya Air:

Batavia:
Lion:
Garuda:
video landing pesawat

Kumpuan ebook dan solution manual teknik mesin

karena page ini baru dibuat,, jadi ebook nya baru segini

nanti ane tambahin lagi,, rencananya mau dilokalin dulu linknya

Bahasa Teknik VS Bahasa Bengkel


Banyak istilah2 teknik yang digunakan dalam kehidupan sehari2, atau sering kita sebut “BAHASA BENGKEL”. Berikut ini adalah nama2 komponen mesin dan “NAMA BENGKEL” nya. Mudah2an berguna buat agan2 sekalian.

1. PISTON

Piston atau torak sering si sebut juga Seher (Jerman dan Belanda = Zuiger).

RING PISTON

Ring Piston atau sering di sebut Ring Seher adalah part yang terpasang pada piston, berfungsi untuk mencegah kebocoran kompresi dan menahan oli naik ke kepala silinder.

CONNECTING ROD

Connecting Rod sering di sebut Stang Seher. Connecting Rod adalah penghubung antara piston dan poros engkol, yang berfungsi untuk mengubah gerakan bolak balik piston menjadi gerak putar.

CRANKSHAFT

Crankshaft atau Poros Engkol sering di sebut Kruk As. Crankshaft berfungsi meneruskan daya yang di dapat dari piston ke penggerak roda. Di sinilah putaran mesin terjadi.

BEARINGS

Bearings atau Bantalan sering di sebut Klaher (Jerman dan Belanda = Kugellager). Bearings berfungsi sebagai bantalan antara 2 poros yang berputar untuk mengurangi gesekan sehingga poros dapat berputar secara halus.

BRAKE SHOE

Brake Shoe sering di sebut Kampas Rem, yang berfungsi untuk menahan putaran roda sehingga terjadi pengereman.

TIMING CHAIN

Timing Chain sering di sebut Rantai Keteng. Timing Chain pada sepeda motor berfungsi untuk memutar camshaft sehingga di dapat pembukaan dan penutupan katup dengan waktu yang tepat sesuai putaran mesin dan langkah kerja mesin.

STEERING HEAD

Steering Head sering di sebut Komstir. Steering Head adalah rangkaian komponen kemudi yang terikat pada chasis, tapi umumnya yang di sebut Komstir adalah hanya bagian bearingnya.

Adjustable Spanner

Adjustable Spanner atau Kunci Inggris ditemukan oleh orang Swedia bernama Johan Petter Johansson pada 1891. Kenapa disebut kunci inggris, mungkin yang bawa ke Indonesia pertama kali orang inggris waktu penjajahan


Shock Absorber —–> Bahasa tekhnik
Bahasa Bengkelnya Sok Beker / Skock Breker….. Fungsinya meredam/menahan kejutan biasanya ditempatkan antara Roda dan Kerangka /Bodi
fender = spatbor gan….

ini namanya Alternator, berfungsi untuk menghasilkan listrik/pembangkit listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke Accu ( Aki–> Bahasa bengkel juga ).
Bahasa bengkel = Dinamo Ampere

PALA BABI
alias
KALIPER CAKRAM

knalpot kolong = under tail
ayam jago = hyper underbone
korter: over bor
montir = mekanik
pindah tangan = over credit
adu banteng = tabrakan
tilang = 20rbu
isilop, pokis = polisi

Originally Posted by pusing-banget View Post

kick starter = selahan

Bahasa tekhnik = Spark Plug
Bahasa Bengkel = Busi
Fungsi : menghasilkan percikan bunga api saat proses pembakaran.

Bahasa Tekhnik = Ignition Coil
Bahasa Bengkel = Spul ( ada juga yang menyebut Koil saja )
Fungsi = menaikkan tegangan (melalui induksi magnet) , dan hasilnya sekitar 30.000 Volt sampai 50.000 Volt ,Ujung kabelnya nancep ke Busi (spark plug)

Bahasa Teknik = Cam Shaft
Bahasa Bengkel = poros kam ,noken As ( ada yang nyebut KamSaf juga )
Fungsi = Untuk mengatur Gerakan Valve ( gerakan membuka dan menutup)

Bahasa Teknik = Valve ( Katup )
Bahasa Bengkel = Klep
Fungsi = Mengatur keluar masuk Udara dan Bahan bakar kedalam dan keluar Silinder

Bahasa Teknik = Rocker Arm ( Batang Penumbuk )
Bahasa Bengkel = Pelatuk –>Manuk-Manukan ( bahasa Jawa Manuk=Burung ,karena bentuknya seperti Burung yang mematuk-matuk )
Fungsi = Membuka dan menutup Valve(Klep)Dan kalau tiga2nya digabung, seperti ini Ilustrasi mekanisnya :
Bahasa Teknik = FlywheelFungsi: Flywheel atau roda gila sendiri punya fungsi meneruskan sekaligus menyimpan energi dari Crank Shaft (kruk as) saat mesin hidup hingga tenaga mesin dapat tersalurkan ke roda melalui gearbox. Bobot dari flywheel ini juga mampu untuk menahan perubahan kecepatan yang drastis sehingga gerak putaran poros mesin menjadi halus.Bahasa Bengkel= Roda Gila

disc brake = piringanhead lamp = batok lampuexhaust pipe = knalpotfairing = tebeng

Quote:
kanvas rem = pirodo (pdhal pirodo itu nm merek)
Diferensial = gardan
Regulator Rectifier = kiprok
accumulator = aki
magnetic starter = bendik
Lighting = lampu sen
cover lampu (spd motor)= batok motor
repair kit karburator = parkit karbu
main jet/nedle jet (karburator) = spuyer

Bahasa Teknik = Fuse
Bengkel = Sekring / Sikring ( asalnya bahasa Belanda = Zekering)Fungsi = sebagai (pengaman) pemutus hubungan arus listrik ketika melewati batas kapasitas ,sehingga komponen listrik terhindar dari kebakaran, biasanya ukurannya Ampere(10 A, 20 Amp, dst )
Horn = Klakson
Intake Manifold = Leher Angsa / Gulu Banyak ( jawa )

Sebagai saluran udara dan bahan bakar dari Karburator menuju Silinder Kop


Inggris = Shift lever TransmissionBahasa Indonesia = Tuas Transmisi , Operan GigiIstilah Belanda = Versnelling

Muffler : klanpot
Fork : Shok depan
Fuel tank : Tangki bensin
Frame : Rangka motor
Foot rest : Step depan
Rear Arm : Lengan ayun
Handle : setang
Whels : Roda
Rear fender : Spakbor belakang
Main stand : Standar dua
Side stand : standar samping
Engine : mesin
main switch : Kontak
bahsa resmi :standar
bahsa bgkel :cagak (mgkin daerah ane aja)fungsi: buat nopang motor kalo lagi markir
Bahasa Belanda : VELGEN Bahasa Inggris : Rim / RimsAlloy Rims [ Alloy Wheel ] = VELG Racing


Bahasa teknik = Fuel pump
Bahasa bengkel = Pompa bensin / rotak

Ini cuma ada dipake di motor injeksi (efi), kalo mobil semuanya pake gan soalnya kan tangki bahan bakar mobil ada di bawah jadi kudu dipompa biar sampe ke mesin. Untuk motor atau mobil yg uda injeksi (efi/electronic fuel injection) dipakein giniian karena ada fungsi lainnya bukan cuma buat nyedot bahan bakar dari tangki ke mesin aja gan, tapi buat memberi tekanan bahan bakar yang besar agar bisa diinjeksikan (dikabutin / fungsinya sama kaya karburator).

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6443184

Quote:

1. PISTON

Piston atau torak sering si sebut juga Seher (Jerman dan Belanda = Zuiger

Penggunaan Generator Set sebagai Sumber Daya Listrik Cadangan Abstrak

Abstrak

Ketika terjadi pemadaman catu daya utama (PLN) maka dibutuhkan suplai cadangan listrik dan pada kondisi tersebut Generator-Set diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik terutama untuk beban-beban prioritas. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau “off-grid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang membutuhkan sumber daya yang mantap dan andal (tingkat keandalan pasokan yang tinggi), dan juga untuk area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial dipasok listrik melalui jaringan distribusi PLN yang ada.

 

Kata Kunci:Generator, genset, off-grid

 

  1. I.    Pendahuluan

Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban prioritas.

Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tempat. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau “off-grid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset mempunyai Kapasitas 50 kva sampai dengan 2000 kVA.

  1. II.       Cara Kerja Genset

Genset (Generating Set Supply) bekerja 10 detik ketika listrik padam, 10 detik sesudahnya tenaga listrik diswitch ke genset, saat itu lampu bisa nyala kembali. Cara kerja generator genset yang memberikan supply listrik setelah 20 detik ini ditopang oleh AVR (Automatic Voltage Regulator). Tidak semua generator set atau genset ada AVR karena genset genset murah biasanya tidak memiliki AVR.

Di dalam AVR, ada Mutual Reactor (MT) yaitu semacam trafo jenis CT (Current Transformer) yang menghasilkan arus listrik berdasarkan besaran arus beban yang melaluinya (secara rangkaian seri). Arus listrik yang dihasilkan ini digunakan untuk memperkuat medan magnet pada belitan rotor. Sehingga untuk beban yang besar, arus yang dihasilkan juga besar (rumus: V=IxR, dimana Vp/Vs=Ip/Vp dan P=IxV).

Namun untuk menjaga kestabilan AVR tidak hanya dengan AVR saja, genset juga dilengkapi System Governor untuk menjaga kestabilan RPM (Rotation Power Momentum)nya sehingga bisa dihasilkan frekuensi putaran yang stabil pada saat ada atau tidak ada beban, hal ini bisa dilakukan dengan mengatur supply BBM (biasanya solar) pada generator genset.

Lalu bagaimana ketika listrik menyala? Sebuah switch (biasanya ATS-Automatic Transfer Switch) otomatis mengalihkan power supply dari genset ke PLN. Ini dilakukan tanpa memadamkan lampu sama sekali, sehingga tidak mengganggu kenyamanan konsumen. Dalam 5 detik genset akan mati secara otomatis.

III. Bagian-bagian Genset

Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang mempercayakan sumber daya yang mantap, seperti halnya area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial menghasilkan listrik. Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena terletak pada rotor.

Gambar 1. Generator Set

Konstruksi generator AC adalah sebagai berikut:

1. Rangka stator

Terbuat dari besi tuang, rangka stator merupakan rumah dari bagian-bagian

generator yang lain.

2. Stator

Stator memiliki alur-alur sebagai tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator berfungsi sebagai tempat GGL induksi.

3. Rotor

Rotor adalah bagian yang berputar, pada bagian ini terdapat kutub-kutub magnet dengan lilitannya yang dialiri arus searah, melewati cincin geser dan sikat-sikat.

4. Cincin geser

Terbuat dari bahan kuningan atau tembaga yang yang dipasang pada poros dengan memakai bahan isolasi. Slip ring ini berputar bersama-sama dengan poros dan rotor.

5. Generator penguat

Generator penguat merupakan generator arus searah yang dipakai sebagai sumber arus.

Gambar 2. Bagian-bagian Generator AC

Pada umumnya generator AC ini dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat terjadinya GGL induksi tidak bergerak, sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan medanmagnet berputar. Generator itu disebut dengan generator berkutub dalam, dapat dilihat pada gambar berikut.

Keuntungan generator kutub dalam bahwa untuk mengambil arus tidak dibutuhkan cincin geser dan sikat arang. Karena lilitan-lilitan tempat terjadinya GGL itu tidak berputar. Generator sinkron sangat cocok untuk mesin-mesin dengan tegangan tinggi dan arus yang besar.

Secara umum kutub magnet generator sinkron dibedakan atas:

1. Kutub magnet dengan bagian kutub yang menonjol (salient pole).

Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran rendah, dengan jumlah kutub yang banyak. Diameter rotornya besar dan berporos pendek.

2. Kutub magnet dengan bagian kutub yang tidak menonjol (non salient pole).

Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm), dengan jumlah kutub yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh permukaan rotor dibuat alur-alur untuk tempat lilitan penguat. Yang 1/3 bagian lagi merupakan bagian yang utuh, yang berfungsi sebagai inti kutub.

Gambar 3. Bagian-bagian generator

  1. IV.    Mesin Diesel

Mesin diesel termasuk mesin dengan pembakaran dalam atau disebut dengan motor bakar ditinjau dari cara memperoleh energi termalnya. Untuk membangkikan listrik sebuah mesin diesel menggunakan generator dengan sistem penggerak tenaga disel atauyang biasa dikenal dengan sebutan Genset (Generator Set).

Keuntungan pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover

– Design dan instalasi sederhana

– Auxilary equipment sederhana

– Waktu pembebanan relatif singkat

– Konsumsi bahan bakar relatif murah dan hemat

Kerugian pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover

– Berat mesin sangat berat karena harus dapat menahan getaran serta kompresi yang tinggi.

– Starting awal berat, karena kompresinya tinggi yaitu sekitar 200 bar.

– Semakin besar daya maka mesin diesel tersebut dimensinya makin besar pula, hal tersebut menyebabkan kesulitan jika daya mesinnya sangat besar.

Ada 2 komponen utama dalam genset yaitu:

1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel/engine

2. Generator.

Cara Kerja Mesin Diesel

Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Pada mesin diesel/engine terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara murni yang dimampatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (± 30 arm), sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar sehingga akan menyala secara otomatis.

Pada mesin diesel penambahan panas atau energi senantiasa dilakukan pada tekanan yang konstan. Pada mesin diesel, piston melakukan 2 langkah pendek menuju kepala silinder pada setiap langkah daya.

1. Langkah ke atas yang pertama merupakan langkah pemasukan dan penghisapan, di sini udara dan bahan bakar masuk sedangkan poros engkol berputar ke bawah.

2. Langkah kedua merupakan langkah kompresi, poros engkol terus berputar menyebabkan torak naik dan menekan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran.

Kedua proses ini (1 dan 2) termasuk proses pembakaran.

3. Langkah ketiga merupakan langkah ekspansi dan kerja, di sini kedua katup yaitu katup isap dan buang tertutup sedangkan poros engkol terus berputar dan menarik kembali torak ke bawah.

4. Langkah keempat merupakan langkah pembuangan, disini katup buang terbuka dan menyebabkan gas akibat sisa pembakaran terbuang keluar. Gas dapat keluar karena padaproses keempat ini torak kembali bergerak naik keatas dan menyebabkan gas dapat keluar. Kedua proses terakhir ini (3 dan 4) termasuk proses pembuangan.

5. Setelah keempat proses tersebut, maka proses berikutnya akan mengulang kembali proses yang pertama, dimana udara dan bahan bakar masuk kembali.

Gambar 4. Mesin diesel

 

  1. V.       Genset dan Jenis-Jenisnya

 

1. Open type Genset

Genset Open Type pada umumnya digunakan bagi pemakai yang mempunyai power house sendiri dan dirancang untuk penempatan genset di dalam sebuah ruang/gedung yang kedap suara. Biasanya untuk pemakaian secara paralel beberapa unit genset sekaligus.

Genset Open Type mempunyai kelebihan dalam hal kemudahan perawatan karena kondisinya yang terbuka tanpa box / canopy. Bongkar pasang mesin lebih mudah dilakukan.

Genset dibuat untuk kondisi siap pakai, dimana Genset ini sudah dilengkapi dengan panel kontrol yang mudah dibaca, tangki solar yang mudah dipasang dan knalpot yang sudah terpasang di mesin. Pemakai hanya tinggal memasang slang solar ke tangki kemudian memasang battery dan memeriksa kondisi air radiator, oli mesin, dan kabel load di terminalnya, maka genset sudah siap digunakan.

2. Silent type (soundproof) Genset

Genset Silent Type dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan genset yang praktis dalam pemakaiannya. Genset Silent Type mempunyai canopy (rumah genset) berbentuk segi empat. Canopy ini terbuat dari bahan plat besi dan dilapisi dengan busa peredam (accoustic foam). Lapisan ini memberikan peredaman yang cukup baik sehingga suara mesin dikeluarkan tidak membuat kebisingan (dalam batas normal).

Canopy genset dirancang dan diproduksi dengan konstruksi knock down serta dilengkapi pintu-pintu untuk memudahkan akses ke dalam genset agar memudahkan pengoperasian dan perawatannya. Pintu-pintu ini dilengkapi juga dengan handle dan kunci sebagai pengaman genset.

Pada bagian samping genset terdapat lubang-lubang pon untuk saluran udara masuk. Lubang-lubang angin ini disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Pada bagian atas genset terdapat lubang-lubang pon untuk mengalirkan udara panas dari radiator dan asap knalpot ke luar. Terminal untuk memasang kabel distribusi ke beban terletak di samping kiri genset dan dilengkapi dengan sebuah pintu kecil untuk keamanannya. Sedangkan untuk pengisian solar dan air radiator maka Canopy genset telah dilengkapi dengan lubang pengisian.

Pada bagian samping-bawah terdapat sebuah nepel untuk mengeluarkan oli mesin dengan membuka kran drain oli. Untuk memudahkan dalam mobilitas , genset ini dilengkapi dengan hanger untuk mengaitkan dengan cantolan (hook) dari alat pengatrol (misalnya mobil crane). Pada genset silent dengan kapasitas kecil, hanger terdapat dibagian atas berbentuk U. Sedangkan genset kapasitas besar, hanger terletak di bagian samping chasis dengan jumlah 4 buah. Genset tipe ini , umumnya dipakai untuk gedung perkantoran, rumah toko dan daerah perumahan.

3. Mobile type (trailer) Genset

Genset mobile type merupakan gabungan antara genset silent type dan trailer. Tipe ini diperlukan bagi pemakai yang memerlukan mobilitas tinggi dalam penggunaannya. Perusahaan pembuat film dan stasiun televisi banyak memakai genset tipe ini untuk keperluan syuting di luar kota. Disamping itu genset tipe ini sangat berguna untuk menyuplai daerah yang mengalami pemadaman listrik (PLN) secara terlokalisir karena dapat dengan mudah dipindahkan.

Gambar 5. Mobile type genset

VI. Sistem-Sistem Pendukung pada Genset

Dalam pengoperasiannya, suatu instalasi GenSet memerlukan sistem pendukung agar dapat bekerja dengan baik dan tanpa mengalami gangguan. Secara umum sistem-sistem pendukung tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Sistem Pelumasan

2. Sistem Bahan Bakar

3. Sistem Pendinginan

1. Sistem Pelumasan

Untuk mengurangi getaran antara bagian-bagian yang bergerak dan untuk membuang panas, maka semua bearing dan dinding dalam dari tabung-tabung silinder diberi minyak pelumas.

Cara Kerja Sistem Pelumasan

Minyak tersebut dihisap dari bak minyak 1 oleh pompa minyak 2 dan disalurkan dengan tekanan ke saluran-saluran pembagi setelah terlebih dahulu melewati sistem pendingin dan saringan minyak pelumas. Dari saluran-saluran pembagi ini, minyak pelumas tersebut disalurkan sampai pada tempat kedudukan bearing-bearing dari poros engkol, poros jungkat dan ayunan-ayunan. Saluran yang lain memberi minyak pelumas kepada sprayer atau nozzle penyemperot yang menyemprotkannya ke dinding dalam dari piston sebagai pendingin. Minyak pelumas yang memercik dari bearing utama dan bearing ujung besar (bearing putar) melumasi dinding dalam dari tabung- tabung silinder.

Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan kemudian kembali kedalam bak minyak lagi melalui saluran kembali dan kemudian dihisap oleh pompa minyak untuk disalurkan kembali dan begitu seterusnya.

Gambar 6. Sistem Pelumasan

1. Bak minyak

2. Pompa pelumas

3. Pompa minyak pendingin

4. Pipa hisap

5. Pendingin minyak pelumas

6. Bypass-untuk pendingin

7. Saringan minyak pelumas

8. Katup by-pass untuk saringan

9. Pipa pembagi

10. Bearing poros engkol (lager duduk)

11. Bearing ujung besar (lager putar)

12. Bearing poros-bubungan

13. Sprayer atau nozzle penyemprot untuk pendinginan piston

14. Piston

15. Pengetuk tangkai

16. Tangkai penolak

17. Ayunan

18. Pemadat udara (sistem Turbine gas)

19. Pipa ke pipa penyemprot

20. Saluran pengembalian

2. Sistem Bahan Bakar

Mesin dapat berputar karena sekali tiap dua putaran disemprotkan bahan bakar ke dalam ruang silinder, sesaat sebelum, piston mencapai titik mati atasnya (T.M.A.). Untuk itu oleh pompa penyemperot bahan bakar 1 ditekankan sejumlah bahan bakar yang sebelumnya telah dibersihkan oleh saringan-bahan bakar 5, pada alat pemasok bahan bakar atau injektor 7 yang terpasang dikepala silinder. Karena melewati injektor tersebut maka bahan bakar masuk kedalam ruang silinder dalam keadaan terbagi dengan bagian-bagian yang sangat kecil (biasa juga disebut dengan proses pengkabutan)

Didalam udara yang panas akibat pemadatan itu bahan bakar yang sudah dalam keadaan bintik-bintik halus (kabut) tersebut segera terbakar. Pompa bahan bakar 2 mengantar bahan bakar dari tangki harian 8 ke pompa penyemprot bahan bakar. Bahan bakar yang kelebihan yang keluar dari injektor dan pompa penyemperot dikembalikan kepada tanki harian melalui pipa pengembalian bahan bakar.

Gambar 7. Sistem bahan bakar

1. Pompa penyemperot bahan bakar

2. Pompa bahan bakar

3. Pompa tangan untuk bahan bakar

4. Saringan bahar/bakar penyarinnan pendahuluan

5. Saringan bahan bakar/penyaringan akhir

6. Penutup bahan bakar otomatis

7. Injektor

8. Tanki

9. Pipa pengembalian bahan bakar

10. Pipa bahan bakar tekanan tinggi

11. Pipa peluap.

3. Sistem Pendinginan

Hanya sebagian dari energi yang terkandung dalam bahan bakar yang diberikan pada mesin dapat diubah menjadi tenaga mekanik sedang sebagian lagi tersisa sebagai panas. Panas yang tersisa tersebut akan diserap oleh bahan pendingin yang ada pada dinding-dinding bagian tabung silinder yang membentuk ruang pembakaran, demikian pula bagian-bagian dari kepala silinder didinginkan dengan air. Sedangkan untuk piston didinginkan dengan minyak pelumas dan panas yang diresap oleh minyak pendingin itu kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak, dimana panas tersebut diresap oleh bahan pendingin.

Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara yang telah dipadatken oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air didalam pendingin udara (intercooler), Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip dan kipas (pendinginan dengan sirkuit)

Cara Kerja Sistem Pendingin

Pompa-pompa air 1 dan 2 memompa air kebagian-bagian mesin yarg memerlukan pendinginan dan kealat pendingin udara (intercooler) 3. Dari situ air pendingin kemudian melewati radiator dan kembali kepada pompa-pompa 1 dan 2. Didalam radiator terjadi pemindahan panas dari air pendingin ke udara yang melewati celah-celah radiator oleh dorongan kipas angin. Pada saat Genset baru dijalankan dan suhu dari bahan pendingin masih terlalu rendah, maka oleh thermostat 5, air pendingin tersebut dipaksa melalui jalan potong atau bypass 6 kembali kepompa. Dengan demikian maka air akan lebih cepat mencapai suhu yang diperlukan untuk operasi. Bila suhu tersebut telah tercapai maka air pendingin akan melalui jalan sirkulasi yang sebenarnya secara otomatis.

Gambar 8. Sistem pendinginan (sistem sirkulasi dengan 2 Sirkuit)

1. Pompa air untuk pendingin mesin

2. Pompa air untuk pendinginan intercooler

3. Inter cooler (Alat pendingin udara yang telah dipanaskan)

4. Radiator

5. Thermostat

6. Bypass (jalan potong)

7. Saluran pengembalian lewat radiator

8. Kipas.

  1. VII.    Pengukuran Bahan Bakar Genset

Bahan bakar dalam genset sedapat mungkin selalu penuh. Tangki bahan bakar yang tidak terisi penuh akan terisi udara yang mengandung uap air. Dalam keadaan dingin maka uap air tersebut akan mengembun dan menetes, bercampur dengan bahan bakar. Untuk mengetahui seberapa banyak jumlah bahan bakar dalam tangki banyak pemilik genset yang enggan melakukannya karena letak tangki bahan bakar yang agak tersembunyi sehingga jumlah bahan bakar di dalamnya tidak kelihatan dengan jelas. Untuk mengatasi hal tersebut maka hampir setiap genset sekarang ini dilengkapi dengan alat pengukur bahan bakar dalam tangki.

Jumlah bahan bakar dalam tangki langsung dapat diketahui dengan melihat panel instrument yang terletak diruang pengapian. Prinsip kerjanya pada kondisi pertama akan terjadi hubungan antara inputan dengan sensor sehingga jarum penunjuk tertarik ke arah E yang berarti kosong. Jika jumlah bahan bakar dalam tangki penuh maka pelampung akan terangkatdan akan memutuskan hubungan antara inputan dengan sensor. Maka pada kondisi kedua jarum menunjuk akan tertarik ke arah F berarti penuh.

 

  1. VIII.    Tips menggunakan Genset yang baik :

1. tidak menempatkan genset di dalam ruangan, mengingat karbonmonoksida yang dihasilkannya dapat mengontaminasi kualitas udara di dalam rumah yang tidak boleh dihirup manusia. Untuk amannya, letakkan genset di ruangan luar dengan sirkulasi udara yang baik namun tetap terlindung dari hujan dan aliran udara tidak mengarah ke dalam ruangan.Penempatan ini juga sebaiknya menggunakan system grounding untuk system listrik di rumah, sehingga kelebihan arus listrik yang ditimbulkan medan magnet dapat tersalurkan ke tanah dan menghindari terjadinya sengatan listrik.

2. Usahakan untuk tidak menggunakan genset melebihi kapasitasnya dan biasakan menghidupkan barang elektronik yang memerlukan daya listrik paling besar terlebih dahulu.

3. perawatan genset secara langsung akan berpengaruh pada kinerja genset. Jika setiap komponen genset dirawat dan dijaga kondisinya, maka kinerjanya menjadi lebih baik serta memberi keamanan selama proses bekerja. Itu sebabnya, selain dibersihkan secara berkala, periksalah volume oil, air radiator, dan tangki bahan bakar secara teratur dan melakukan penggantian dengan rutin.

4. Dianjurkan juga untuk menyalakan genset setiap minggu sekali tanpa diberi beban untuk sirkulasi oli sehingga seluruh komponen genset lebih tahan lama. Kencangkanlah baut-baut genset jika ada yang kendur dan lakukan service tenaga ahli.


Daftar Acuan

Ir. Amien Rahardjo, MT. Modul Teknik Tenaga Listrik. Departemen Elektro FTUI

Zuhal. 1997. Dasar Tenaga Listrik. Bandung : Penerbit ITB

http://dunia-listrik.blogspot.com

http://www.inverterplus.com/2010/12/cara-kerja-genset-generator-set.html>

http://www.kaskus.us

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berbagai Bentuk Anjungan Pengeboran (DRILLING RIG)

Berikut adalah jenis-jenis drilling rig yang dikenal dalam dunia perminyakan
1. Land Rig (Rig Darat)

Land rig mengebor di daratan yang kering. Biasanya land rig diklasifikasikan berdasarkan kedalaman yang mampu di bor oleh rig tersebut.

Jenis Kedalaman
Light 3000-5000 ft (1000-1500 m)
Medium 4000-10000 ft (1200-3000 m)
Heavy 12000-16000 ft (3500-5000 m)
Ultraheavy 18000-25000 ft 5500-7500

Land rig akan berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain menggunakan truk, trailer, atau helikopter. Untuk rig dengan jenis Ultraheavy akan memakan waktu rig move sekitar 2 minggu, sedangkan rig yang kecil biasanya bisa berpindah lokasi dalam waktu 5 hari. Krew akan menetap di camp yang biasanya berjarak 5 km dari rig. Jarak ini untuk mengantisipasi bahaya gas beracun yang mungkin timbul dari proses pengeboran. Land rig mempunyai 4 main engine, 1 emergency engine, 1 crane, 1 forklift, 2 mud pump, 8 tangki lumpur. Disekitar lokasi rig akan dibuat beberapa kolam besar yang berfungsi untuk menyimpan air dan menampung buangan cutting (potongan hasil pengeboran).

Land rig masih ada yang menggunakan Kelly dan Rotary Table untuk melakukan pengeboran. Untuk rig yang menggunakan teknologi lebih maju mereka akan memakai Top Drive, ada yang dikendalikan oleh DC motor dan AC motor.

Setiap 3 hari sekali akan datang suply air bersih untuk rig dan suply makanan biasanya datang sekali selama dua minggu. Sedangkan suply bahan bakar (biasanya menggunakan HDO = Heavy Diesel Oil) akan datang sesuai permintaan dan kebutuhan proses pengeboran.

Jumlah krew land rig sekitar 50 orang, beberapa key personnel seperti OIM, Companyman, Petroleum Engineer selalu berada di rig. Sedangkan krew lainnya akan tidur di camp. Bus akan menjemput krew dari camp jam 05:45 dan mengantar kan kembali ke camp untuk istirahat siang selama 90 menit pada jam 12 siang. Krew akan kembali ke camp pada jam 18:30. Ini untuk krew yang bekerja pada jadwal 6 pagi sampai 6 sore.
Pada saat pindah lokasi drilling package akan di pindahkan terlebih dahulu, setelah semuanya dinaikkan ke trailer atau truk, maka camp akan mulai dipindahkan. Semuanya akan langsung berjalan bersama-sama membentuk konvoi. Bila lokasi yang baru sangat jauh maka semua krew akan beristirahat di hotel atau camp setempat.

Penulis pernah bekerja di land rig di Oman dimana semua lokasinya berada di gurun pasir. Nama rignya RIG 96, dimiliki oleh Schlumberger. Suhunya akan dingin di pagi hari dan malam hari dan akan sangat panas di siang hari. Suhu maksimal akan mencapai 50-54 derajat Celcius. Krew akan berasal dari beberapa negara seperti Oman, India, Perancis, Yaman, Egypt, dan Indonesia (saya sendiri juragan). Jadwal kerja disini adalah 5 minggu kerja dan 5 minggu libur. Dari kota Muscat (Ibukota Oman) krew akan diterbangkan dengan pesawat kecil berbaling-baling menuju air strip terdekat dengan lokasi pengeboran. Ditempuh dengan waktu 2 jam. Kemudian dari lokasi ini semua krew pengeboran akan berangkat dengan bus menuju lokasi masing-masing.

2. Swamp Barge

Swamp Barge sesuai dengan namanya merupakan rig yang berbentuk sebuah barge bertingkat yang beroperasi di daerah rawa-rawa dengan minimal kedalaman sekitar 4 meter. Di daerah Kalimantan Timur ada dua rig swamp barge yang masih beroperasi sampai saat ini. Penulis pernah bekerja di kedua instalasi ini. Rig jenis ini akan dibantu oleh beberapa barge yang khusus digunakan untuk membawa peralatan bantu pengeboran. Ini dikarenakan keterbatasan tempat untuk penyimpanan yang ada di rig.
Rig ini mempunyai 4 buah kaki di setiap sudutnya, atau biasa disebut spud can. Spud can akan di tancapkan ke dasar sungai atau rawa-rawa hanya dengan menggunakan gravitasi dan beratnya sendiri. Rig akan berpindah lokasi melalui proses ballast dan de ballast. Tug boat (kapal dorong) akan membantu untuk perpindahan. Jenis rig ini tidak terlalu banyak di dunia. Rig ini ada yang dilengkapi dengan kemampuan skidding. Biasanya bisa skid ke kiri dan ke kanan. Skidding ini menggunakan motor listrik. Walaupun rig ini terbilang kecil tapi ada yang mempunyai 5 main engine dan 3 mud pump. Rig dengan spesifikasi seperti ini biasa juga disebut Ultra Swamp Barge.

3. Jackup Rig

Jakup rig akan beroperasi di laut dengan kedalaman rata-rata 120 meter. Rig akan disangga oleh 3 buah kaki yang berbentuk bulat, segitiga, atau bujursangkar. Kaki akan tertanam didasar laut. Rig ini akan berpindah lokasi dalam keadaan kaki naik hampir semuanya. Setelah berada di posisi yang tepat ketiga kaki akan diturunkan dan deck (lambung rig) akan bisa naik turun sesuai dengan ketinggian platform yang akan di bor. Rig Jackup biasanya akan melakukan pengeboran di platform yang sudah ada casing conductor 30” nya. Satu platform bisa terdiri dari 6, 9, 12, atau 16 lobang. Rig bisa melakukan skidding depan dan belakang dan kiri kanan. Dalam satu platform rig bisa melakukan pengerjaan sampai satu tahun. Ini tergantung dari program yang empunya lobang (Oil Companynya). Pada saat manuver mendekati platform jackup rig bisa ditarik oleh dua tug boat atau menggunakan anchor winch yang ada di rig.
Dalam metode penggunaan Blowout Preventer, jackup rig akan menggunakan surface BOP. Semisubmersible dan Drillship akan menggunakan subsurface BOP atau sering disebut Subsea BOP.

4. Tender Assist Drilling Rig

Rig jenis ini tidaklah populer dibanding jackup rig. Bentuk fisik dari TAD akan seperti sebuah kapal biasa dan mempunyai 4 anchor winch. Rig ini akan memposisikan diri di samping platform untuk meletakkan drilling package di atas platform. Boleh dikatakan crew akan bekerja extra pada saat rig up dan rig down karena semua drilling package akan di pindahkan, seperti : menara, drawworks dan elmagco, driller console, triptank, BOP, diverter, top drive, rig floor, Koomey unit. Akan ada beberapa jumper line dari rig ke platform seperti : angin, air, lumpur, diesel, dan mud return line. Juragan sekalian bisa bayangkan bagaimana sibuknya crew untuk memotong menara menjadi beberapa bagian, memindahkan top drive, bongkar pasang drawworks dan lain-lain.
Setelah semua drilling package selesai dipindahkan, rig akan berada di depan platform dan siap untuk melakukan proses pengeboran. Rig jenis ini tidak mempunyai propeller, jadi untuk pindah tetap harus menggunakan tug boat.

5. Semisubmersible

Semisub cukup banyak jumlahnya karena mampu mengebor di laut dengan kedalaman lebih dari 125 meter, dimana jackup rata-rata hanya mampu sampai 125 meter. Rig ini mempunyai empat buah lambung utama di setiap sudutnya. Pada saat beroperasi rig ini akan setengah terendam dan posisinya dikuatkan oleh anchor winch. Anchor winch ini mempunyai sistem emergency release, dimana dengan satu tombol rig akan otomatis bergerak menjauhi wellbore. Ini akan sangat bermanfaat jika terjadi blowout. Sistem emergency release ini akan di uji coba secara periodik. Perbedaan yang signifikan dengan rig lain seperti jackup, TAD dan swamp barge adalah rig ini mempunyai compensator. Compensator adalah alat yang berfungsi untuk mengurangi efek pergerakan rig dikarenakan adanya gelombang. Jadi untuk membuat string drilling stabil di lobang digunakan comprensator ini. Comprensator ini memiliki beberapa tabung angin bertekanan tinggi yang bertindak sebagai buffer dari pergerakan rig.

6. Drillship

Drillship tidak banyak jumlahnya, mampu mengebor di laut dengan kedalaman 2000 meter. Menggunakan subsea BOP dan riser untuk pengeboran. Drillship mempunyai propeller sendiri dan akan ada DPO (Dinamyc Positioning Operator) untuk menjaga agar posisi rig tetap berada di tempat yang di inginkan. Day rate dari rig ini adalah yang paling mahal untuk saat ini. Mereka juga mempunyai crew seperti crew kapal jalan.


—————————————————————————————————————————————————————

Kereta-kereta tercepat di dunia

Eurostar – Inggris Raya

Kereta cepat ini dioprasikan tahun 1994 dan melayani rute dari London ke Perancis dan Belgia (melalui terowongan bawah laut). Dari London ke Paris menggunakan kereta ini memakan waktu 2 jam 35 menit. Kecepatannya saat ini mencapai 300 km/jam.

 

Kereta Cepat Jepang
Tokaido Shinkansen – Jepang

Jepang mengejutkan dunia dengan meluncurkan kereta cepatnya Shinkansen (kereta peluru) pada tahun 1964 untuk melayani rute Tokyo-Nagoya-Kyoto-Osaka, dan kecepatannya “hanya” berkisar 201 km/jam (di tahun itu udah yang paling kenceng).


Spoiler for kereta:
Kereta Cepat Jerman
InterCity Express (ICE)

Di awal tahun 90-an Jerman meresmikan kereta cepatnya untuk melayani rute Hannover, Wurzburg, Mannheim, dan Stuttgart. Kereta ini dibangun oleh Siemens dan mencapai kecepatan 280 km/jam.

Spoiler for kereta:
Kereta Maglev Shanghai – China

Dibangun dengan teknologi Jerman, kereta ini mampu mencapai kecepatan hingga 430 km/jam dan sanggup membawa penumpangnya dari bandara internasional Pudong menuju Longyang Road Station di pusat kota hanya dalam waktu 8 menit.

————————————————————————————————————————————————————

Sistem pelumasan

Prinsip Pelumasan

Tidak bisa dipungkiri – pelumas – atau yang lebih popular disebut oli – merupakan bagian tak terpisahkan dari kendaraan bermotor. Tanpa pelumas, mobil secanggih apapun dipastikan tidak akan bisa bekerja. Pada manusia, pelumas adalah darah. Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah mesin, baik otomotif maupun industri. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. Bila mutu pelumas jelek dan tercemar, mesin bisa rontok dalam waktu dekat. Pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin.

Mengapa mesin sangat membutuhkan pelumasan? Jawaban yang paling sederhana adalah untuk mengatasi gesekan. Dua permukaan logam yang bergerak satu sama lain mempunyai gesekan. Fungsi pelumas adalah “memisahkan” dua permukaan logam yang saling bergesekan itu agar keausan dapat dikurangi. Jika tidak ada lapisan pelumas, bisa dibayangkan apa jadinya. Mesin bisa rontok !

Pelumas juga berfungsi untuk mendinginkan mesin yaitu dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran. Selain itu juga berfungsi untuk membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang nantinya akan “dititipkan” di filter oli setiap sirkulasi. Fungsi lain dari pelumas yang tidak kalah penting adalah untuk memaksimumkan kompresi dan mempertahankan tekanan. Jika tekanan yang hilang terlalu besar pembentukan seal (lapisan pelumas) yang tidak baik, mesin akan kehilangan tenaga sehingga konsumsi bahan bakar meningkat – yang berarti pemborosan biaya. Begitu vitalnya pelumas bagi kendaraan bermotor atau mesin-mesin industri sehingga memacu para ahli untuk tak hentinya berusaha menciptakan formula yang dapat menghasilkan suatu pelumas berkualitas tinggi.

Dulu, selama berabad-abad, orang menggunakan lemak binatang untuk mengurangi gesekan pada bantalan roda gerobak atau kereta pengangkut. Namun seratus tahun belakangan ini – sejak ditemukannya minyak bumi, perkembangan pelumas memasuki era baru. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi mesin otomotif dan industri saat ini yang menuntut kecepatan mesin yang lebih tinggi. Mesin-mesin modern saat ini menghasilkan tenaga lebih besar, kapasitas tampung minyak pelumas di dalam mesin lebih kecil, temperatur operasi lebih tinggi dan juga menuntut interval pergantian pelumas yang lebih lama.

Fungsi Pelumas :

  • Mengendalikan gesekan
  • Mencegah keausan
  • Mendinginkan mesin
  • Mencegah korosi
  • Memelihara mesin tetap bersih
  • Memaksimumkan kompresi, mempertahankan tekanan

Gesekan dan Keausan :

  • Gesekan : Hambatan yang menahan gerakan pada dua permukaan yang saling berkontak dan bergerak relative.
  • Akibat dari gesekan : timbul keausan, kehilangan energi, timbul getara (bunyi)
  • Keausan : proses hilangnya sebagian material dari salah satu atau kedua permukaan yang saling berkontak dan bergerak relative.
  • Akibat dari keausan : mengurangi umur pakai mesin, mengurangi kinerja mesin

Bahan dasar dan Aditif

Bahan dasar pelumas adalah base oil, yang didapat dari crude oil (minyak mentah). Tapi tidak semua crude oil bisa diolah menjadi base oil. Hanya minyak mentah dari jenis parafinik saja yang menghasilkan base oil untuk bahan dasar pelumas. Sayangnya, minyak mentah jenis ini sangat terbatas kandungannya di perut bumi.

Untuk mendapatkan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan mesin, ke dalam base oil ditambahkan aditif. Aditif merupakan senyawa-senyawa kimia (chemical compound) dalam formulasi tertentu yang ditambahkan ke dalam base oil untuk mendapatkan pelumas sesuai spesifikasi yang ditentukan. Komposisi base oil dalam pelumas berkisar 80% dan komposisi aditif sekitar 30%.

Fungsi aditif bermacam-macam, antara lain untuk membersihkan mesin, mengurangi gesekan, meminimalkan keausan, mencegah karat, meningkatkan indeks kekentalan pelumas sehingga pelumas tetap mudah mengalir pada suhu rendah dan tidak encer pada suhu tinggi. Pelumas yang baik sudah mengandung aditif, karenanya pelumas yang baik tidak memerlukan tambahan aditif.

Memilih Pelumas

Perhatikan tingkat mutu dan kekentalannya

Saat ini banyak sekali jenis dan merek pelumas yang beredar di pasar, masing-masing menawarkan kelebihan. Karenanya tak jarang banyak pengguna pelumas yang bingung memilih pelumas yang sesuai untuk kebutuhan mesinnya. Sayangnya, tak semua pemakai pelumas memahami dasar penggunaan pelumas. Biasanya pemilik kendaraan pasrah saja dan mempercayakan urusan yang satu ini kepada para mekanik di bengkel. Apapun kata mekanik mereka terima begitu saja. Karena tak heran jika satu mobil sering berganti-ganti merek dan jenis pelumas, sesuai saran dan “kepentingan” mekanik. Lalu bagaimana sebenarnya cara memilih pelumas yang baik untuk mesin kendaraan?

Minyak pelumas terdiri dari berbagai jenis. Dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan persyaratan mesin yang telah ditentukan oleh pembuat mesin. Karena itu kenalilah mesin anda dan ketahuilah pelumas dengan spesifikasi apa yang direkomendasikan untuk digunakan. Mesin-mesin diesel berbahan bakar solar seperti truk atau angkutan umum berbeda kebutuhan pelumasnya dengan mobil yang berbahan bakar bensin. Karena itu ada pelumas yang dirancang khusus untuk mesin bensin, ada pula yang dirancang khusus untuk mesin diesel. Tapi ada juga pelumas yang dapat digunakan untuk keduanya, untuk mesin bensin bensin sekaligus mesin diesel. Pelumas yang pada spesifikasinya tercantum kode ganda misalnya SG/CD, berarti pelumas tersebut dapat digunakan untuk mesin bensin (dengan spesifikasi SG) dan mesin diesel (dengan spesifikasi CD). Penyebutan kode SG terlebih dahulu menyatakan bahwa pelumas tersebut lebih diutamakan untuk mesin bensin.

Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah mesin, baik otomotif maupun industri. Pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. Dalam memilih pelumas ada dua hal yang harus diperhatikan dengan seksama yaitu : klasifikasi mutu pelumas (API Service) dan tingkat kekentalan pelumas (SAE).

Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service)

Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin.

Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL (untuk mesin bensin) dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 (untuk mesin diesel). Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata “API Service”, diikuti dengan klasifikasinya. Contoh : Pennzoil GT Performance Plus, API Service SJ.

Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH, demikian seterusnya, yang berlaku juga untuk mesin diesel. Pelumas dengan API Service CH-4 lebih baik kemampuan kerjanya dari pelumas API Service CF-4. Oleh pembuat mesin, setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan, yang tercantum dalam buku manual. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin, tidak jadi masalah. Tetapi sangat tidak disarankan menggunakan pelumas dengan klasifikasi lebih rendah dari yang ditentukan karena akan berakibat kurang baik pada mesin.

Tingkat Kekentalan

Untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan “lapisan” di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas. Kalau kekentalan pelumas tinggi, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. Kalau kekentalan rendah, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis.

Kalau standar API dipakai untuk mengukur standar mutu pelumas, maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar SAE – Society of American Engineers.

Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu :

  1. Pelumas dengan kekentalan tunggal (mono grade)
    Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll
  1. Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade)
  1. Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-40, SAE 20W-50, dll

Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relatif luas atau lebar, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 20W-50. Huruf W pada SAE 20W-50 menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50.

Dibanding dengan pelumas mono grade, maka pelumas multi grade bisa disebut “dingin tidak beku, panas tidak cair”. Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu, maka pelumas ini relatif cocok dipakai untuk semua mesin.

beberapa jenis pelumas yang beredar di Indonesia

Tag Cloud